Tonsilitis Akut
Oleh : Antonius widoyoko
Defenisi Tonsilitis Akut
Tonsilitis akut adalah radang akut pada tonsil akibat infeksi kuman terutama Streptokokus hemolitikus
(50%) atau virus. Jenis Streptokokus meliputi Streptokokus β hemolitikus, Streptokokus viridans dan
Streptokokus piogenes. Bakteri penyebab tonsilitis akut lainnya meliputi Stafilokokus Sp.,
Pneumokokus, dan Hemofilus influenzae. Hemofilus influenzae menyebabkan tonsilitis akut supuratif.
Tonsilitis akut paling sering terjadi pada anak-anak, terutama berusia 5 tahun dan 10 tahun.
Penyebarannya melalui droplet infection, yaitu alat makan dan makanan.
Patologi Tonsilitis Akut
Tonsil dibungkus oleh suatu kapsul yang sebagian besar berada pada fosa tonsil yang terfiksasi oleh
jaringan ikat longgar. Tonsil terdiri dari banyak jaringan limfoid yang disebut folikel. Setiap folikel
memiliki kanal (saluran) yang ujungnya bermuara pada permukaan tonsil. Muara tersebut tampak oleh
kita berupa lubang yang disebut kripta.
Saat folikel mengalami peradangan, tonsil akan membengkak dan membentuk eksudat yang akan
mengalir dalam saluran (kanal) lalu keluar dan mengisi kripta yang terlihat sebagai kotoran putih atau
bercak kuning. Kotoran ini disebut detritus. Detritus sendiri terdiri atas kumpulan leukosit
polimorfonuklear, bakteri yang mati dan epitel tonsil yang terlepas. Tonsilitis akut dengan detritus yang
jelas disebut tonsilitis folikularis. Tonsilitis akut dengan detritus yang menyatu lalu membentuk kanalkanal
disebut tonsilitis lakunaris.
Detritus dapat melebar dan membentuk membran semu (pseudomembran) yang menutupi tonsil.
www.klinikindonesia.com : Klinik Kesehatan, Kedokteran, Bisnis & Religius Online
www.klinikindonesia.com : Klinik Kesehatan, Kedokteran, Bisnis & Religius Online 2
Adanya pseudomembran ini menjadi alasan utama tonsilitis akut didiagnosa banding dengan angina
Plaut Vincent, angina agranulositosis, tonsilitis difteri, dan scarlet fever.
Diagnosis Tonsilitis Akut
Penderita tonsilitis akut awalnya mengeluh rasa kering di tenggorok. Kemudian berubah menjadi rasa
nyeri di tenggorok dan rasa nyeri saat menelan. Makin lama rasa nyeri ini semakin bertambah nyeri
sehingga anak menjadi tidak mau makan. Nyeri hebat ini dapat menyebar sebagai referred pain ke
sendi-sendi dan telinga. Nyeri pada telinga (otalgia) tersebut tersebar melalui nervus glossofaringeus
(IX).
Keluhan lainnya berupa demam yang suhunya dapat sangat tinggi sampai menimbulkan kejang pada
bayi dan anak-anak. Rasa nyeri kepala, badan lesu dan nafsu makan berkurang sering menyertai pasien
tonsilitis akut. Suara pasien terdengar seperti orang yang mulutnya penuh terisi makanan panas.
Keadaan ini disebut plummy voice. Mulut berbau busuk (foetor ex ore) dan ludah menumpuk dalam
kavum oris akibat nyeri telan yang hebat (ptialismus).
Pemeriksaan tonsilitis akut ditemukan tonsil yang udem, hiperemis dan terdapat detritus yang
memenuhi permukaan tonsil baik berbentuk folikel, lakuna, atau pseudomembran. Ismus fausium
tampak menyempit. Palatum mole, arkus anterior dan arkus posterior juga tampak udem dan hiperemis.
Kelenjar submandibula yang terletak di belakang angulus mandibula terlihat membesar dan ada nyeri
tekan.
Komplikasi Tonsilitis Akut
Meskipun jarang, tonsilitis akut dapat menimbulkan komplikasi lokal yaitu abses peritonsil, abses
parafaring dan otitis media akut. Komplikasi lain yang bersifat sistemik dapat timbul terutama oleh
kuman Streptokokus beta hemolitikus berupa sepsis dan infeksinya dapat tersebar ke organ lain seperti
bronkus (bronkitis), ginjal (nefritis akut & glomerulonefritis akut), jantung (miokarditis &
endokarditis), sendi (artritis) dan vaskuler (plebitis).
www.klinikindonesia.com : Klinik Kesehatan, Kedokteran, Bisnis & Religius Online
www.klinikindonesia.com : Klinik Kesehatan, Kedokteran, Bisnis & Religius Online 3
Terapi Tonsilitis Akut
Tonsilitis akut pada dasarnya termasuk penyakit yang dapat sembuh sendiri (self-limiting disease)
terutama pada pasien dengan daya tahan tubuh yang baik. Pasien dianjurkan istirahat dan makan
makanan yang lunak. Berikan pengobatan simtomatik berupa analgetik, antipiretik, dan obat kumur
yang mengandung desinfektan. Berikan antibiotik spektrum luas misalnya sulfonamid. Ada yang
menganjurkan pemberian antibiotik hanya pada pasien bayi dan orang tua .
Daftar Pustaka
• Rusmarjono & Efiaty Arsyad Soepardi. Penyakit Serta Kelainan Faring & Tonsil dalam Buku
Ajar Ilmu Kesehatan Telinga, Hidung, Tenggorok, Kepala & Leher. Ed. ke-5. dr. H. Efiaty
Arsyad Soepardi, Sp.THT & Prof. dr. H. Nurbaiti Iskandar, Sp.THT (editor). Jakarta : Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia. 2006.
• dr. Sri Herawati JPB, SpTHT & dr. Sri Rukmini, SpTHT. Penyakit Telinga Hidung Tenggorok
dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Telinga Hidung Tenggorok untuk Mahasiswa Fakultas
Kedokteran Gigi. drg. Lilian Juwono (editor). Jakarta : EGC. 2003.
Update :
● Edisi 2 : Makassar, 1 Oktober 2007
● Edisi 1 : Makassar, 16 September 2007
Sumber : www.klinikindonesia.com (menerima sumbangan artikel kesehatan & kedokteran)
www.klinikindonesia.com : Klinik Kesehatan, Kedokteran, Bisnis & Religius Online
Tidak ada komentar:
Posting Komentar